Sebaran.katasulsel.com, Soppeng – Kera dan kelelawar telah lama dianggap sebagai simbol kehidupan liar di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kelelawar atau kalong memilih tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan kera berada di hutan, tepatnya di kawasan sekitar pemandian air panas Lejja.

Menurut mitos yang beredar di masyarakat, kedua spesies ini hidup secara harmonis tanpa saling mengganggu wilayah kekuasaan masing-masing.

Kelelawar, dengan sayapnya yang lebar dan kemampuan terbangnya, telah menjadikan kota Soppeng sebagai tempat tinggalnya.

Populasi kelelawar yang tinggi ini, diyakini telah menetap di kota ini sejak lama. Penduduk setempat juga sudah terbiasa dengan kehadiran mereka

Bahkan, menganggap kelelawar sebagai penjaga dan penghuni langit malam yang memberikan keberuntungan.

Sementara itu, kera diketahui menghuni kawasan hutan sekitar pemandian air panas Lejja, jarakanya sekira 25 kilometer dari utara Kota Soppeng

Kehadiran kera-kera di area itu, telah menjadi pemandangan biasa bagi para pengunjung yang datang ke pemandian tersebut.

Konon, kera-kera ini diyakini sebagai penjaga dan pelindung alam, sehingga diperlakukan dengan penuh rasa hormat oleh masyarakat setempat.

Walaupun kelelawar dan kera hidup berdekatan, tapi keduanya tidak pernah terlibat dalam konflik atau mengganggu wilayah kekuasaan satu sama lain.

Masyarakat percaya bahwa ini adalah hasil dari kesepakatan alam yang adil antara kedua spesies ini.

Kelelawar memberikan kontribusi penting dalam menjaga ekosistem perkotaan dengan mengendalikan populasi serangga yang berlebihan

Sementara kera menjaga kehidupan hutan dengan berperan sebagai pemencar biji-bijian dan penyebar spesies tumbuhan.

Meskipun mitos ini belum terbukti secara ilmiah, namun banyak warga Soppeng dan pengunjung Lejja yang menghormati dan melestarikan kehadiran kera dan kelelawar di wilayah tersebut.

Keberadaan kedua spesies ini juga menjadi daya tarik ekowisata yang menarik bagi wisatawan yang tertarik dengan kehidupan liar dan keunikan alam.

“Cerita yang saya dapatkan begitu. Malahan katanya di area kawasan pemandian alam Lejja ini kera-kera dipimpin oleh raja kera,” tutur pengunjung, Mansyur, Kamis, 18 Mei 2023

Dalam dunia yang terus berubah, mitos ini mengajarkan pentingnya harmoni dan keseimbangan antara manusia dan alam.

Semoga kera dan kelelawar terus hidup harmonis tanpa gangguan, dan mitos ini tetap menjadi warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Soppeng dan Lejja. (*)

Dapatkan berita terbaru di Sebaran.com