Sebaran.Katasulsel.com, Enrekang – Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah dan Aisyiyah Enrekang ke-13, berlangsung sukses.

Setidaknya, musda berjalan hikmad dan lancar dan telah menghasilkan keputusan penting, salah satunya Ketua PD Muhammadiyah dan Aisyiyah Enrekang yang baru

Untuk PD Muhammadiyah Enrekang, hasil Musda PD Muhamamdiyah ke-13 tahun 2023 itu menjatuhkan pilihan kepada Muhammad Husain Kamaruddin untuk memimpin organisasi itu

Husain menggantikan ketua sebelumnya, yakni KH. Kamaruddin Sita,MPd. Sementara untuk kepengurusan Aisyiah, hasil Musda menyepakati memberi kesempatan kepada Dra.Hj. Fatimah,MSi untuk menahkodai organisasi tersebut.

Berdasarkan Musda, disebutkan bahwa masa bakti kepemimpinan keduanya, berlaku sejak 2022 hingga 2027.

Sebelumnya, ada 25 bakal calon yang berebut posisi tertinggi di PD Muhammadiyah Enrekan tersebut. 25 bakal calon itu ditetapkan melalui musda. Namun proses panjang tersebut akhirnya mengerucut ke Husain Kamaruddin.

Musda ke 13 itu, dibuka langsung oleh Bupati Enrekang Muslimin Bando, dihadiri wakil ketua Mawardi Pewangi sekaligus mewakili ketua DPW Muhammadiyah Sulsel, ketua PDM Enrekang KH. Kamaruddin Sita,MPd,Camat Alla Zulkifli Dahaling, Polsek Alla dan tokoh lainnya.

Dalam amanat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Mawardi Pewangi menyampaikan beberapa contoh pengaruh kekuasaan dalam menentukan kebijakan dan perilaku masyarakat.

“Kepemimpinan Muhammadiyah harus mampu melahirkan generasi Islam yang mencerdaskan, mencerahkan, mensejahterakan, menggerakkan, memajukan, menggembirakan, dan berorientasi masa depan,”kata Mawardi Pewangi

Pada kepengurusan tersebut ketua pimpinan daerah Muhammadiyah Enrekang KH.Kamaruddin Sita,MPd menyebut untuk periode selanjutnya untuk menjadikan pergerakan organisasi Muhammadiyah yang memberi kemajuan bagi daerah.

“Sebagai organisasi yang mampu melahirkan kemajuan bangsa dan daerah, melalui lembaga pendidikan umum dan pesantren serta organisasi kepemudaan,” ujarnya.

Bupati Muslimin Bando antaranya katakan, organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah merupakan wadah pergerakan keagamaan sekaligus organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah dan Aisyiyah telah komitmen tinggi antaranya berkiprah membangun sumberdaya manusia.

Antaranya pengembangan dan peningkatan dan kualitas pendidikan agama yang telah menjadi salah satu bagian terpeting pergerakan ditubuh Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Hal ini menurut Bupati, tentu sangat sesuai dengan tema Mencerahkan umat perempuan berkemajuan, memajukan kabupaten Enrekang, mencerahkan peradaban Bangsa dijadikan sebagai momentum untuk mendapat apresiasi bersama.

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah Enrekang, utamanya dibidang kemasyarakatan serta pendidikan agama terpenting dalam menyiapkan SDM.

“Tentunya dalam pengetahuan dan kecakapan yang luas, melahirkan masyarakat yang berkepribadian dan daya saing mengatasi permasalahan bangsa,” ucap Muslimin Bando.(mas)

Dapatkan berita terbaru di Sebaran.com