Ini adalah tulisan saya yang kesekian kalinya. Seperti sebelumnya, tulisan ini memuat curahan hati seorang anak yang merindukan ibunya yang telah tiada.

Ditulis Oleh: Bahar Pangestuan

Ibu, saat-saat begini aku merindukanmu. Setiap kali aku merasa terpuruk, aku selalu berpikir tentangmu dan bagaimana engkau dulu selalu menjadi sumber kekuatan dan dukungan bagiku. Namun, kali ini rasanya berbeda. Karena kini engkau tak lagi di sampingku, dan aku tak dapat lagi merasakan kehangatan pelukanmu atau mendengar kata-kata penenangmu.

Terbayang dalam benakku akan kenangan manis bersama dirimu. Aku masih ingat saat-saat dimana kita bersama-sama menikmati secangkir teh di sore hari dan kita berbicara tentang segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Aku merindukan pelukanmu yang hangat dan kata-katamu yang selalu membawaku ke dalam ketenangan.

Namun, aku tahu bahwa kini engkau telah pergi dan aku harus belajar hidup tanpa kehadiranmu di sampingku. Aku tahu bahwa kau tak akan pernah meninggalkan aku sepenuhnya, karena engkau akan selalu ada di hatiku. Walaupun aku masih merasa kesepian, aku berusaha untuk tetap kuat dan menemukan ketenangan dari dalam diriku sendiri.

Ibu, aku yakin bahwa di alam sana engkau berada dalam ketenangan dan damai. Aku berharap engkau menemukan kedamaian yang selama ini kau cari dan terus memberikan cinta dan kehangatanmu dari tempat yang baru.

Hari ini, aku mengirimkan pesan ini sebagai pengingat tentang betapa besar cintaku untukmu dan betapa aku merindukanmu. Semoga engkau bisa merasakan cinta dan perhatianku darimu. Aku selalu mencintaimu, ibu. Dan, aku berharap suatu saat nanti kita akan bertemu lagi di tempat yang damai dan penuh cinta.

enrekang news
lanjutkan
Aku tahu bahwa hidup tanpa kehadiranmu tidaklah mudah, tapi aku harus belajar untuk membiarkanmu pergi. Aku harus belajar untuk menjadi kuat dan tetap berpegang pada kenangan indah bersamamu. Engkau selalu menjadi teladan dan inspirasiku dalam hidup ini.

Aku merasa beruntung bisa memiliki ibu yang begitu luar biasa seperti dirimu. Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga dan selalu memperhatikan kebutuhan kami. Aku berharap aku bisa menjadi setengah baik seperti dirimu, membawa cinta dan kebaikan ke dalam hidup orang-orang di sekitarku.

Saat-saat begini, aku mengingat pesan-pesan yang kau sampaikan kepadaku selama hidupmu, seperti “Jangan pernah menyerah, teruslah berjuang untuk impianmu”, “Jangan biarkan kegagalan menghentikanmu, tetaplah bangkit dan bergerak maju”. Pesan-pesan ini selalu mengingatkan aku untuk tetap tegar dan optimis menghadapi hidup.

Ibu, aku berjanji untuk tetap mengenangmu dan meneruskan warisanmu. Aku akan selalu mencintaimu dan merindukanmu, tapi aku harus belajar untuk terus hidup dan mencapai impian-impianku. Engkau selalu menjadi inspirasiku dan aku berharap aku bisa menjadi anak yang bisa membuatmu bangga.

Sampai kita bertemu lagi di tempat yang lebih baik, tenanglah di alam sana, ibu. Aku yakin engkau senantiasa mengawasi kami dari sana dan memberikan cinta dan kehangatanmu. Aku mencintaimu, ibu.

Catatan : Ini hanyalah tulisan inspiratif. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tempat dan kisahnya. (*)

Dapatkan berita terbaru di Sebaran.com